LOKAKARYA EVALUASI MASTER TRAINER REVITALISASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL

Jumat, 09 November 2018

admin

Berita

Dibaca: 33 kali

Revitalisasi pengembangan perpustakaan umum melalui transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang digawangi oleh Perpustakaan Nasional RI telah dikembangkan pada tahun 2018 ini ke 21 Provinsi dan 60 kabupaten se-Indonesia. Tujuan revitalisasi ini adalah untuk memperkua peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kemampuan literasi yang akan meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi. Program revitalisasi perpustakaan umum ini berada dibawah Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Dra. Woro Titi Haryanti, MA.

Dalam rangka evaluasi kegiatan revitalisasi tersebut, Perpusnas RI mengadakan kegiatan Lokakarya Evaluasi Master Trainer pada tanggal 7 sampai dengan 9 November 2018, di Hotel Swiss-Residences Kalibata, Jakarta yang diikuti oleh 31 master trainer program revitalisasi perpustakaan dan para penerima impact kegiatan yaitu 21 perpustakaan provinsi dan 60 perpustakaan kabupaten. Salah satunya adalah Provinsi NTT yang pendampingannya dilakukan oleh Agung Wibawa, SIP., Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul yang juga fasilitator nasional perpustakaan. Kabupaten yang mengikuti program tahun 2018 ini adalah Kupang, Belu, dan Lembata.

Kegiatan hari pertama dibuka oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs. Muhammad Syarif Bando, MM. Dalam sambutannya, Kepala Perpusnas Data menunjukkan bahwa 80% penduduk Indonesia berlatar pendidikan SD, SLTP, dan SLTA. Hanya 20% yang bisa melanjutkan ke PT. Dari 20% tersebut hanya 8% yg bisa menyelesaikan pendidikan tingginya, sehingga hal ini menjadi potensi yg luar biasa untuk ditangani, tidak bicara dengan hitect, atau ilmu pengetahuan tingkat tinggi tetapi bagaimana mendampingi mereka sepenuhnya sehingga kehidupan mereka bisa berubah menjadi sejahtera. Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi bimbingan teknis SPP dan TIK dan evaluasi bimbingan teknis peningkatan fasilitator perpustakaan umum.

Pada hari kedua diberikan materi penguatan konsep literasi untuk kesejahteraan oleh Tim Perpusnas RI dilanjutkan evaluasi capaian, tantangan, pembelajaran dari proses implementasi paska bimtek.  Materi lainnya monitoring dan evaluasi dalam program revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, dokumentasi kegiatan dan layanan perpustakaan berbasis online. Hal yang penting adalah persiapan perluasan ke perpustakaan desa/kelurahan pada tahun 2019 kepada kabupaten yang siap yaitu ke 300 desa/kelurahan se-Indonesia. Materi terkahir adalah update tim sinergi provinsi untuk revitalisasi perpustakaan. Kegiatan ditutup oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan. (Agu)

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian



semua download

Download

Statistik

001953

Pengunjung Hari ini : 37
Total pengunjung : 1953
Hits hari ini : 225
Total Hits : 22470
Pengunjung Online : 2

Jajak Pendapat

Bagaimanakah tampilan website DPK?
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

Lihat